Anak Hiperaktif

Perilaku anak yang kasar ditandai dengan tidak pedulinya anak terhadap orang lain, selalu meremehkan, dan bertingkah seakan-akan berkuasa yang juga seringkali menyakiti hati orang lain melalui tindakan dan juga perkataannya, aktivitas anak yang sembrono. Perilaku kasar yang anak lakukan ini pada umumnya muncul baik pada kasus anak yang agresif, temper tantrum maupun juga hiperaktif. Hiperaktif pada anakmerupakan salah satu perilaku yang memiliki kemiripan dengan suatu perilaku agresif. Istilah dari anak hiperaktif ini sebenarnya merupakan suatu istilah bagi anak yang mengalami gangguan Attention secara umum yang ditandai dengan suatu perilaku yang agresif, tidak dapat tenang dan diam, impulfis, temper tantrum, sulit dalam memusatkan pikiran dan perhatian, dan juga selalu mencari perhatian dari setiap orang.

anak-hiperaktif

Dalam menetukan seorang anak yang mengalami hiperaktif, gangguan ADHD atau tidak perlu kehati-hatian. Kita juga tidak dapat dengan mudahnya menyebut anak tersebut mengalami gangguan hiperaktif anak dengan hanya melihat anak tersebut selalu bergerak aktif dan selalu berperilaku agresif dalam melakukan sesuatu. Ada beberapa criteria tertentu yang sudah ditetapkan untuk menetapkan gangguan hiperaktif pada anak.

GEJALA ANAK HIPERAKTIF

Beberapa symptom yang ditetapkan antara lain adalah : sulit untuk duduk diam, mudah dialihkan perhatiannya dan seringnya tidak melakukan dan menyelesaikan tugas yang sudah dikerjakan, tidak mau menunggu disaat giliran bermain, sulitnya dalam mengikuti instruksi, dan juga sembrono dan sering kehilangan barang, sulit bermain dengan tenang, melakukan tindakan yang berbahaya, berganti-ganti aktivitas tanpa menyelesaikannya, sering menginterupsi, dan lain-lain. Simptom tersebut harus nampak minimal selama 6 bulan pada anak, dan timbul sebelum usia 7 tahun dan yang terjadi baik dilingkungan  sekolah ataupun rumah juga. Ada beberapa hal yang dicurigai bisa menjadi penyebab dari hiperaktif pada anak, contohnya karena pemicu faktor kerusakan otak, genetic, alergi makanan, dan faktor lingkungan seperti jumlah keluarga yang juga terlalu besar.

Hiperaktif pada anak akan menimbulkan suatu masalah yang lebih besar jika anak masuk ke dunia sekolah, karena disekolah pasti terdapat jadwal, peraturan dan aktivitas standar sehingga mengakibatkan kesulitan bagi penderita yang hiperaktif ini. Teman sekolahnya bisa mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas dan mengindentifikasi perilaku hiperaktif bahkan seringkali menagkibatkan rasa cemas, dan marah serta stress, akibatnya ia dikucilkan.

Orang tua yang terlalu menerapkan disiplin yang keras dalam mengatasi anak yang hiperaktif dengan menggunakan hukuman namun seringkali justru kontraproduktif. Yang lebih penting adalah pemahaman orang tua bahwa anak belum dapat mengontrol perilaku ini dan hiperaktif pada anak bukanlah suatu aktivitas yang dipilih sengaja saat melakukannya. Berikan anak positif reinforcement saat diam dan dalam kondisi sadar, buat rencana jangka pendek yang mudah dijalannkan sehingga anak merasa sukses dan lebih mencurahkan energinya secara teratur.

anak hiperaktif

MENGATASI ANAK HIPERAKTIF

Cara mengatasi anak hiperaktif adalah dengan memberikan kasih sayang yang lebih kepada mereka. Disaat mereka sudah mulai tidak bisa diatur, maka cara yang bisa anda lakukan pertama kali adalah dengan memberikan dan menunjukkan kasih sayang Anda kepadanya dan jika mereka mulai tidak ingin melakukan sesuatu maka berikan satu pelukan yang hangat. Mereka akan tahu bahwa apa yang Anda lakukan merupakan satu hal yang menunjukkan bahwa Anda sangat menyayanginya dan jika Anda malah menghukumnya disaat ia melakukan sesuatu yang salah malah akan menyebabkan si anak menjadi sedih.

Menangani anak hiperaktif dengan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Utamakan dengarkan lebih jelas disaat mereka sedang dalam keadaan tidak bisa diam, karena disaat dia tidak bisa diam dia akan mengucapkan suatu hal yang ada di dalam isi hatinya. Tunggu sampai mereka agak tenang dan kemudian bantulah mereka untuk mengajak mereka mengobrol dengan bicara pelan-pelan.

Mengalihkan pandangan dan perhatian anak yang hiperaktif. Caranya adalah dengan mencarikan suasana baru dan mencarikan kawan baru untuk dijadikan sebagai sahabat. Selain itu Anda bisa memilih mainan baru, hewan peliharaan dan bahkan Anda juga bisa menawarkan diri Anda sebagai sahabat untuk mereka. Caranya mengalihkan perhatian mereka dengan memberikan mereka suatu kegiatan sehingga sikap hiperaktif mereka bisa tersalurkan dengan baik.

PENYEBAB ANAK HIPERAKTIF

Satu hal yang harus Anda ketahui mengapa anak menjadi bandel dan menjadi tidak bisa diam, hal ini menunjukkan bahwa bagaimana si anak melakukan reaksi pada suatu lingkungan dimana mereka sedang berada. Perilaku atau suatu reaksi dari si anak ini dipengaruhi dari sikap emosi mereka dalam merangsang suatu hal dari lingkungan mereka. Dan yang membuat mereka menjadi meledak emosinya adalah disebabkan karena perkembangan dari neurobiologis si anak yang mengalami gangguan. Kelenjar endokrin, adrenalin, dan suprarenal gland yang sangat mempengaruhi tingkat emosi mereka. Oleh karena otulah, perbedaan pada kelenjar anak tersebut akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang emosi pada anak.

Jika anak hiperaktif sering emosi, maka hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan lebih sabar dan juga memberikan pelatihan untuk tujuan pengembangan dan juga pengendalian emosi mereka dengan cara intensif. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu menarik minat serta perhatian anak ahar mereka terbiasa untuk mengontrol dan mengarahkan emosi mereka yang berlebihan pada satu kegiatan yang sifatnya konstruktif. Harapan dari pelatihan yan dilakukan ini adalah untuk mereflesikan kembali rangsangan yang ada di depan mereka atau bagaimana cara mereka untuk membina hubungan yang harmonis dan baik pada lingkungan dimana mereka tinggal.

 


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Herbal Alami Untuk Membantu Proses Pengobatan dan Pemulihan Otak Anak Hiperaktif, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in anak hiperaktif and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>