Gangguan Hiperaktif Pada Anak

Anak yang mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) ini biasa disebut dan dikenal kalangan awam dengan Gangguan hiperaktif pada anak atau anak hiperaktif. Masalah kondisi ini biasa disebut juga dengan hiperkinetik. Kondisi ini pada dahulunya sering disebut dengan minimal brain dysfunction syndrome. Masalah gangguan anak hiperaktif ini sebenarnya sudah dikenal pada tahun 1900 pada dunia medis. Perkembangan selanjutnya mulai muncul dengan istilah ADHD- Attention Deficit of Hyperactivity Disorder. Ada beberapa gejala yang ditunjukkan dari gangguan hiperaktif pada anak yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsive. Biasanya gangguan anak hiperaktif ini muncul pada masa perkembangan anak sebelum berusia 7 tahun dengan memiliki ciri utama yang tidak mampu memusatkan perhatian, tidak konsentrasi atau focus. Tanda dari perilaku ini juga mewarnai di berbagai situasi dan juga bisa berlanjut hingga anak ini dewasa

anak hiperaktif adalah

Gejala-gejala lain yang juga sering disebut dan dianggap sebagai ciri dari gangguan hiperaktif pada anak adalah :

  • Kemampuan akademik pada anak yang tidak optimal
  • Kecerobohan dalam berhubungan social atau bersosialisasi.
  • Kesembronoan dalam menghadapi situasi atau kondisi yang berbahaya
  • Melanggar tata tertib yang dilakukan secara impulsive (melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu)
  • Gangguan hiperaktif pada anak bisa terjadi disaat ; Anak mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi disaat belajar, mendengarkan penjelasan guru dan juga disaat bermain
  • Hiperaktivitas, selalu bergerak dan tidak bisa diajak tenang atau lebih diam.
  • Impulsivitas, tidak berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu.

 Ada berbagai tipe gangguan hiperaktif pada anak :

  • Tipe sulit berkonsentrasi
  • Tipe hiperaktiv – impulsive
  • Tipe kombinasi

Anak yang mengalami gangguan hiperaktif ini biasanya menampakkan prilaku yang dapat dikelompokkan dalam 2 kategori yang paling utama, yaitu kurangnya kemampuan dalam memusatkan konsentrasi anak dan perhatian dan juga hiperaktivitas-impulsivitas

  1. Sulitnya memusatkan perhatian atau berkonsetrasi kurangnya kemampuan memusatkan perhatian dapat muncul dalam perilaku anak yang :
  2. Tidak mampu memperhatikan detail atau melakukan suatu kecerobohan dalam melakukan aktivitas, misalnya tugas, bekerja atau juga yang lainnya
  3. Kesulitan memelihara perhatian terhadap tugas dan juga dalam melakukan aktivitas bermain.
  4. Terlihat tidak perhatiannya ketika berbicara dengan orang lain
  5. Membantah perintah dan kegagalan dalam menyelesaikan suatu tugas
  6. Sulitnya mengorganisasikan tugas dan juga aktivitas
  7. Menolak, tidak suka, dan juga enggan terlibat dalam tugas yang memerlukan proses mental yang memakan waktu lama misalnya tugas sekolah.

hiperaktif

Selain cara diatas ada cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan anak hiperaktif dengan memberikan suplemen otak Vitabrain. Anda harus mempunyai keyakinan bahwa anak hiperaktif bisa sembuh. Anak hiperaktif cerdas jika Anda mengasah mereka dan membimbing mereka dengan benar. Cara menangani anak hiperaktif adalah dengan beberapa cara dibawah ini :

  1. Pemberian obat
    Biasanya jika Anda melakukan konsultasi ke dokter, maka dokter pada umumnya akan menganjurkan memberikan anak dengan obat yang mempunyai manfaat untuk membantu menenangkan mereka. Jika kasus atau masalah pada anak yang hiperaktif cukup serius dan penyebab utamanya bukan disebabkan karena emosi yang berlebihan, maka penggunaan obat yang harus sesuai dengan resep dokter dan tidak ada efek samping sama sekali. Anda harus melakukan konsultasi ke dokter ahli saraf untuk menentukan ketepatan dalam pemberian obat.
  2. Pengaturan pola makan
    Jika penyebab dari pola makan salah satunya adalah disebabkan karena biologis, maka jangan buat anak menjadi manja. Hal yang harus Anda lakukan adalah orangtua harus tegas untuk memberikan peraturan yang sudah dibuat dan buat anak untuk menaati peraturan tersebut. Tunjukkan kepada mereka dengan mantap dan tegas bahwa orangtua mempunyai hak untuk ditaati oleh si anak agar pernyataan ini juga memberikan rasa aman kepada sang anak. Sikap tegas dan bertahan ini bukan tanda keras atau kejam, namun untuk membantu membina dan mendidi mereka agar mereka harus melakukan apa yang harus dilakukan.
  3. Memberikan dan menciptakan suasana dan lingkungan yang tenang. Orangtua diharuskan untuk memberikan suasanan yang tenang agar anak mempunyai tempat untuk bergerak misalnya adalah kamar atau pada ruang bermain. Jika lingkungan ditempat mereka sangat mengganggu, sebaiknya Anda pindah rumah, karena hal ini sangat mengganggu tumbuh kembang sang anak.
  4. Pemilihan acara televisi dengan lebih hati-hati
    Saat ini banyak sekali adegan acara televisi yang menampilakan adegan kekerasan, lagu yang kurang tenang dan juga dampak sinar yang terlalu menyilaukan. Hal-hal ini merupakan salah satu faktor penyebab anak menjadi lebih emosional. Lalu yang harus dilakukan orangtua adalah mencegah anak hiperaktif untuk meniru adegan yang kurang baik. Untuk itulah, Anda harus memilih jenis acar televisi yang lebih lembut dan baik.
  5. Mengajarkan kebenaran
    Tidak jarang, anak hiperaktif seringkali tidak bisa menguasai diri mereka dan hal ini tak jarang pula membuat orangtua dan guru menjadi acuh dan menyerah. Hal yang harus dilakukan adalah cegahlah merek untuk melakukan sesuatu hal yang kurang baik, kemudian yang dilakukan selanjutnya adalah dengan menentukan suatu standar yang cocok dan sesuai dengan kebenaran. Jika ada kesabaran untuk mengajarkan dan membimbing hal ini, walapun hal yang harus Anda lakukan dilakukan dengan berulang kali. Jika orangtua tidak putus asa dan tetap optimis, maka anak Anda mempunyai harapan untuk sembuh dari gangguan hiperaktif.

 


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Herbal Alami Untuk Membantu Proses Pengobatan dan Pemulihan Otak Anak Hiperaktif, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in anak hiperaktif and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>