Anak Hiperaktif

Hiperaktivitas dikenal juga sebagai Attention Deficit Disorder (ADD) atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hiperaktif sudah dikenal bertahun-tahun. Namun, cara mendiagnosa dan mengobatinya masih kontroversi. Istilah hiperaktif atau ADD biasany digunakan untuk menggambarkan anak yang masih muda, yang dianggap sangat aktif, terlalu menuruti kata hati, kurang dapat berkonsentrasi, atau anak yang sulit diatur. Namun sebagian besar anak hiperaktif yang masih kecil umumnya memiliki tingkat aktivitas yang tinggu dan sulit diatur, tanpa harus menjadi hiperaktif. Hal ini seringkali menyulitkan orangtua, bahkan tenaga kesehatan dalam mengtidentifikasi. Apakah memperlihatkan gejala hiperaktif, yang membutuhkan pengibatan dan penanganan dini, atau hanya memperlihatkan masalah tingkah laku yang lazim dijumpai. Derajat hiperaktif pada anak berbeda-beda. Beberapa anak mungkin menderita hiperaktif sedang, sementara anak lain menderita hiperaktif tingkat tinggi.

Jangan pernah mencap seorang anak yang hanya memperlihatkan tingkah laku atau perbuatan normal, sebagai anak hiperaktif. Si kecil kemungkinan besar tidak menderita hiperaktif, jika hanya sesekali menunjukkan tingkah berlebihan. Seperti saat sedang sangat bahagia atau penuh energy dan tiddak menuruti perintah, bersifat menantang, atau nakal. Si kecil juga tidak bisa dicap anak hiperaktif hanya karena ia gelisah saat menunggu, ibunya berbicara dengan orang lain untuk aktu yang lama, menolak duduk diam untuk waktu yang lama. Seperti ketika harus duduk dimeja, atau ketika gelisah menempuh perjalanan panjang.

Sebagian besar anak kadang dapat berubah menjadi agresif atau mempunyai ledakan amarah dan juga menjadi aktif ketika tiba waktu tidur atau saat berada ditempat baru, seperti disupermarket. Rasa bosan bisa membuat anak yang tadinya tenang menjadi bertingkah. Namun, hal itu tidak dapat dikategirikan sebagai tanda anak hiperaktif. Seorang anak yang ribut atau gaduh tidak sama dengan anak hiperaktif. Kondisi ini sama dengan anak yang baru bangun pagi, penuh dengan energy. Akhrnya seorang anak yang mempunyai masalah tingkah laku karena stress, dengan alasan berbeda-beda tidak dapat dianggap hiperaktif.

Walaupun sulit membedakan pola perilaku diatas normal dengan perilaku hiperaktif, tetapi sebenarnya ada beberapa perbedaan menyolok. Anak hiperaktif pada masa bayinya kemungkinan besar mempunyai gejala-gejala berikut. Terus menerus menangis atau berteriak, hanya sedikit memerlukan waktu tidur atau mempunyai pola tidur tidak teratur, sulit tidur dan terbangun setiap kali mendengar suara, mempunyai air liur berlebihan dan sangat kehausan, terus menerus tempat tidur ayunannya.

Berikut beberapa perilaku normal yang biasa ditemukan pada anak usia 2 tahun. Namun, balita yang lebih tua, yang memliki gejala-gejala sebagai berikut paling sedikit 6 bulan, mungkin merupakan anak hiperaktif :

  1. Ceroboh atau mudah mendapat kecelakaan
  2. Terus menerus gelisah atau tidak betah berdiam diri atau duduk walaupun untuk waktu singkar.
  3. Sering menjadi bersikap agresif
  4. Sering berganti dari satu hal ke hal lain, kurang dapat konsentrasi dan tidak pernah menyelesaikan apa yang dikerjakan
  5. Bereaksi berlebihan terhadap hal sepele dan sulit tenang
  6. Mempunyai masalah tidur
  7. Sulit belajar memakai pakain sendiri
  8. Rendah diri
  9. Sulit berbagi
  10. Menyentuh dan menyampuri segala hal

=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Herbal Alami Untuk Membantu Proses Pengobatan dan Pemulihan Otak Anak Hiperaktif, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>